Home / Bisnis / Aspek Pemasaran dari Usaha Pengolahan Abon Ikan
Aspek Pemasaran dari Usaha Pengolahan Abon Ikan

Aspek Pemasaran dari Usaha Pengolahan Abon Ikan

Aspek Pemasaran dari Usaha Pengolahan Abon Ikan – Pada postingan kali ini akan dibahas mengenai aspek pemasaran dari usaha pengolahan abon ikan. Aspek pemasaran akan dibahas tentang harga, rantai pemasaran, dan kendala-kendala yang dihadapi dalam pemasaran abon ikan. Lebih jelasnya baca pembahasan di bawah ini.

Aspek Pemasaran dari Usaha Pengolahan Abon Ikan

Faktor Harga
Harga abon ikan misalnya di Kabupaten Sukabumi ditentukan oleh para produsen. Dalam menentukan harga abon ikan tersebut, para produsen sangat mempertimbangkan faktor besar kecilnya biaya produksi, terutama biaya pengadaan bahan baku yaitu ikan Marlin yang mencapai 69 persen dari total biaya produksi langsung. Harga abon ikan ditetap selain dari biaya-biaya produksi juga berdasarkan lokasi pengiriman, biasanya semakin jauh lokasi konsumen dari lokasi perusahaan, maka harga abon ikan di tingkat konsumen akan semakin mahal juga.

Faktor Rantai Pemasaran
Rantai pemasaran menggambarkan bagaimana suatu produk didistribusikan sehingga bisa sampai kepada konsumennya. Ada paling tidak tiga jalur distribusi produk abon ikan dari produsen ke konsumen, yaitu :

  • Dibeli langsung konsumen ke lokasi produsen (± 10 persen), Konsumen yang biasanya membeli langsung dari pabrik antara lain : masyarakat sekitar, konsumen langganan, rombongan tamu sejumlah instansi, dan para wisatawan yang berwisata di pantai sekitar unit usaha.
  • Dijual oleh produsen kepada toko pengecer lokal (± 10 persen), Sejumlah tempat yang bisa menjadi tempat penjualan abon ikan adalah toko pengecer, pasar swalayan, hotel, restoran, terminal, dan tempat-tempat wisata di kota / kabupaten setempat. Pada jalur distribusi ini, produk abon ikan diantar pihak produsen ke sejumlah tempat tersebut dengan biaya transportasi ditanggung oleh produsen.
  • Dijual oleh produsen ke pedagang besar / perantara di luar kota (± 80 persen), Penjualan diawali dengan tahap pemesanan (partai besar) oleh pedagang besar / perantara langganan. Kemudian pihak produsen akan mengantar langsung produk abon ikan ke lokasi pedagang dengan biaya transportasi ditanggung sepenuhnya oleh pihak pedagang besar yang bersangkutan.

Sedang untuk cara pembayaran, secara umum ada dua sistem pembayaran. Bagi konsumen yang langsung datang ke lokasi unit usaha, sistem pembayaran dilakukan secara tunai. Sedangkan sistem pembayaran oleh pengecer lokal dan pedagang besar / perantara dari luar kota dilakukan dengan sistem sebagai berikut : 50 persen dibayar pada saat produk dikirim dan sisanya (50 persen lagi) dibayar pada saat produk sudah terjual. Biasanya, jangka waktu pembayaran paling lama dengan sistem ini adalah 1,5 bulan sejak produk dikirim.

Kendala Pemasaran

Konsumen abon ikan sering mengeluhkan tentang ketidaktersediaan produk di pasaran. Sejumlah konsumen juga menginginkan abon ikan dengan rasa manis dan pedas, tekstur halus dengan aroma tidak terlalu khas ikan, tekstur halus, kemasan dalam toples, dan lain-lain.

Lebih lanjut dinyatakan bahwa terkait dengan keinginan konsumen tersebut, misalnya produsen yang ada di Cisolok Sukabumi yang hanya memproduksi satu jenis rasa, yaitu rasa manis dengan kemasan plastik berukuran 100 gram dan 250 gram. Sedangkan dari sisi tekstur abon, terkadang abon ikan yang dihasilkan tersebut bertekstur halus dan terkadang kasar (produk tidak standar).

Hal ini tentu berbeda dengan umumnya produk abon dari daging, seperti abon sapi, yang telah mempunyai berbagai variasi rasa, warna dan kemasan sesuai dengan preferensi konsumen. Kondisi ini menjadi salah satu kendala terhambatnya pemasaran produk abon ikan. Dukungan akses teknologi dan akses modal diharapkan dapat menjadi pemacu untuk makin berkembangnya industri olahan abon ikan.

Demikian info bisnis tentang aspek Pemasaran dari Usaha Pengolahan Abon Ikan semoga bermanfaat.

Sumber: Pola Pembiayaan Usaha Pengolahan Abon Ikan, Bank Indonesia (BI)

BANNER FREE MEMBER
loading...

About admin

Check Also

Mendirikan Badan Usaha Lain dan Wajib Daftar Perusahaan

Mendirikan Badan Usaha Lain dan Wajib Daftar Perusahaan

Mendirikan Badan Usaha Lain dan Wajib Daftar Perusahaan – Setelah di postingan sebelumnya telah dibahas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *