Saturday , 18 November 2017
Home / Bisnis / Bangkrut Itu Ada dan Senantiasa Mengancam Pebisnis

Bangkrut Itu Ada dan Senantiasa Mengancam Pebisnis

Bangkrut itu ada dan senantiasa mengancam pebisnis – Setiap dari pengusaha atau entrepreneur tidak ada yang ingin mengalami yang namanya bangkrut. Tetapi bagi Anda yang sudah memilih untuk menjadi seorang pengusaha atau entrepreneur maka bangkrut adalah konsekuensi yang akan Anda hadapi. Untuk menghindari yang namanya bangkrut Anda harus mempunyai atau belajar ilmu tentang kebangkrutan yaitu bagaimana cara untuk menghindari bangkrut maupun cara bangkit dari bangkrut.

Bangkrut Itu Ada dan Senantiasa Mengancam Pebisnis

Sebelum membahas mengenai bangkrut ada baiknya Anda mengetahui apa itu bangkrut. Bangkrut dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) ada beberapa pengertian yaitu :

  1. bangkrut /bang-krut/ : menderita kerugian besar hingga jatuh (tentang perusahaan, toko dsb); gulung tikar
  2. bangkrut /bang-krut/ : cak habis harta bendanya; jatuh miskin
  3. membangkrutkan /mem-bang-krut-kan/ : menyebabkan (menjadikan) bangkrut;
  4. kebangkrutan /ke-bang-krut-an/ : perihal (keadaan) bangkrut dari perusahaan karena tidak mampu membayar hutang-hutangnya dsb

Kesimpulan dari bangkrut yaitu tidak ada uang (duit) untuk melanjutkan aktivitas bisnis karena uang (cash) adalah darahnya bisnis. Bangkrut memang sesuatu yang tidak mengenakan, dan jadi momok bagi sebagian besar pelaku bisnis. Tetapi itu sudah wajar dalam dunia usaha / bisnis dan seolah satu paket dengan kesuksesan. Sejarah membuktikan, ketakaburan Titanic yang tidak akan tenggelam, tetapi nyatanya tenggelam juga. Jangan sampai karena Anda optimis buta, terus menafikan kebangkrutan.

3 hal yang harus Anda punya agar sukses jadi seorang pengusaha (minimal tidak atau berkurang resiko bangkrutnya) yaitu :

Skill / Ketrampilan

Kenapa bukan knowledge tetapi malah harus skill ? Karena arti skill jauh lebih dalam dari knowledge. Skill atau ketrampilan adalah keilmuwan yang telah teruji di lapangan bukan sekedar teori saja. Belajarlah segudang teori pemasaran yang Anda pelajari di bangku kuliah, tetapi pada kenyataannya saat di lapangan akan sangat berbeda, apalagi jika Anda menjalankan usaha sendiri.

Karena di samping kebanyakan teori pemasaran yang diajarkan di bangku kuliah diperuntukan bagi perusahaan besar (jarang yang untuk skala UKM), studi kasusnya juga sering sudah tidak up to date lagi. Bukan berarti belajar teori tidaklah penting, tetapi harus dipraktekkan dan di-adjust di lapangan, agar akurasinya terjaga. Kesimpulannya, ketrampilan adalah perpaduan akurasi teori dengan jam terbang.

Credibility / Kredibilitas

Kredibilitas alias membangun nama baik di mata para rekan bisnis / usaha, mudah diucapkan, namun tidak mudah untuk dipraktekkan. Mungkin mudah membangun nama baik jika Anda ada maunya, misalnya kepada para calon pelanggan, karena mereka yang memberi orderan kepada Anda. Di sisi lain, sering kali nama baik Anda tidak terjaga terhadap supplier. Saat ditagih supplier, sering ingkar janji, bahkan kabur. Terlambar bayar wajar terjadi di dunia bisnis, namun alangkah baiknya diberitahukan sebelum ditagih karena keterlambatan.

Nama baik bukan sekedar kejujuran, namun juga keterandalan saat diberikan suatu tugas dan menyelesaikannya sesuai janji. Banyak kisah orang-orang yang terangkat derajat dan kesuksesannya karena keterandalan dan ketulusannya. Berbuat baik dan benarlah setiap saat, bahkan saat orang lain tidak melihat Anda. “Anda tidak tahu kapan ‘malaikat’ akan lewat, tetapi jika Anda selalu mengerjakan dengan baik, maka Anda tidak akan telewatkan malaikat.”

Network (Jaringan)

Banyak masalah dalam bisnis yang sebenarnya akan selesai, jika Anda menggunakan opsi ‘phone a friend’. Tentunya, jika Anda memiliki ‘friends’ yang luas dan berkualitas. Cara yang tercepat agar punya banyak jaringan adalah bergabung dengan komunitas atau organisasi. Mereka seperti perampok yang datang ke suatu komunitas yang hanya ingin mendapatkan sesuatu tanpa memberikan sesuatu. Orang yang memetik tanpa mau menanam terlebih dahulu disebut perampok. Bangunlah jaringan dengan pondasi ketulusan. Memang akan memakan waktu lebih lama, tetapi lebih kokoh akarnya. “Kecepatan bisnis Anda akan berkembang sebanding dengan seberapa luas dan kualitas jaringan yang Anda miliki.

Berikut ini beberapa penyebab kebangkrutan terbesar usaha / bisnis Anda yaitu :

  1. Rugi Panjang; yang tidak ditangani dengan cepat dan tegas
  2. Laba Semu; ketidakmelekan finansial
  3. Faktor Orang Lain; kepemimpinan yang rancu dan kepercayaan tanpa kontrol
  4. Tidak Terduga; optimisme berlebihan
  5. Teknisi Karatan; suka menepuk dada dan mengabaikan perubahan
  6. Diri Sendiri; kesalahan kepada bumi dan langit
  7. Komplikasi; sekusut-kusutnya

Demikian info bisnis tentang bangkrut itu ada dan senantiasa mengancam pebisnis semoga bermanfat.

sumber: Kitab Anti Bangkrut, Jaya Setiabudi

About admin

Check Also

Mendirikan Badan Usaha Lain dan Wajib Daftar Perusahaan

Mendirikan Badan Usaha Lain dan Wajib Daftar Perusahaan

Mendirikan Badan Usaha Lain dan Wajib Daftar Perusahaan – Setelah di postingan sebelumnya telah dibahas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *