Home / Bisnis / Mengatasi Rugi Berkepanjangan Pada Bisnis
Mengatasi Rugi Berkepanjangan Pada Bisnis

Mengatasi Rugi Berkepanjangan Pada Bisnis

Mengatasi rugi berkepanjangan pada bisnis – Setiap Anda sebagai pengusaha tidak ingin yang namanya rugi mendatang, apalagi rugi yang berkepanjangan. Hal itu akan membuat darah dalam perusahaan (uang kas) Anda semakin terkuras. Jika hal itu terjadi maka kemungkinan kebangkrutan juga akan menghampiri Anda. Berikut ini hal-hal yang bisa membuat perusahaan Anda mengalami kerugian berkepanjangan.

Mengatasi Rugi Berkepanjangan Pada Bisnis

Pemilihan Lokasi

Seringkali Anda sudah tahu bahwa lokasi Anda salah, tapi karena sudah terlanjur disewa, Anda tetap pertahankan. Kondisi sepi pun akan membuat kerugian operasional. Berlarut-larut sampai uang (kas) Anda habis. Apa yang harus Anda lakukan ? Jika memang terlalu sepi, PINDAH TEMPAT. Lebih baik rugi uang daripada rugi kesempatan dan waktu. Cara lain, jika memungkinkan, fokus pada layanan pesan antar. Tentu saja strategi ini bukan untuk semua bisnis bisa, hanya bisnis tertentu saja.

Jika faktor lokasi sudah benar, pelanggannya pun sudah tepat sasaran, apalagi pernah ramai, terus sekarang sepi, koreksilah diri…! Jangan-jangan kesalahan akibat Anda sendiri contohnya pelayanan yang kurang bagus, kebersihan tidak terjaga, rasa moody, sering tutup dan faktor internal lain di dalam bisnis Anda. Hal tersebut bisa menyebabkan pelanggan Anda kabur.

Salah Hitung

Hal ini sering terjadi pada pebisnis pemula. Karena perhitungan meleset alias membengkak, sering kali yang terjadi adalah menggencet budget promosi. Ujung-ujungnya bisnis rugi dan bangkrut. Antisipasinya adalah mau tidak mau harus memasukkan investor atau menambah dana untuk promosi. Hanya saja, saat investor lain masuk porsi saham / kepemilikan tentunya berkurang. Hasilnya Anda sebagai pengelola menjadi tidak bergairah lagi.

Janganlah berpikir bahwa rezeki itu linier. Mungkin di bisnis yang pertama Anda tidak mendapatkan untung besar, itu pun sudah beruntung, karena tidak rugi. Yang terpenting adalah skill, credibility dan network Anda bertumbuh, karena itu akan mempersiapkan diri Anda untuk menangkap peluang-peluang berikutnya. Anggaplah setiap perjalanan bisnis Anda sebagai batu-batu loncatan menuju sukses.

Langkah antisipasi dalam hal ini adalah dengan mendatangkan orang yang telah berpengalaman dalam estimasi. Yang terbaik yaitu melakukan perbandingan estimasi. Dalam kasus biaya renovasi, Anda bisa meminta penawaran dari 3 kontraktor dengan spesifikasi yang serupa tentunya. Dari situ didapati estimasi yang cukup akurat. Ingat: Serahkan pada yang sungguh-sunguh ahlinya.

Idealis, tidak Realistis

Bisa karena optimis buta, tapi juga bisa atau sering karena hobi. Sudah tahu bisnisnya rugi, tapi tidak tega suntik mati, karena sudah melekat di hati. Ingat, bisnis adalah kendaraan untuk mencapai tujuan. Kalau kendaraannya mogok, jangan sentimental, ganti aja. Kadang bisnis Anda sudah lewat trennya (sunset), atau terlalu kecil demannya. Mulai berbisnis dari hobi itu sah-sah saja, tetapi ujung dari berbisnis adalah untuk mencari keuntungan. Boleh saja idealis asal cadangan devisanya besar atau sudah punya “sapi perah” (bisnis yang menghidupi Anda dan keluarga) lainnya.

Tidak harus memiliki properti untuk menikmati

Banyak kasus orang bangkrut karena terlilit hutang bulanan yang menggerogoti keuntungan bisnisnya. Karena banyaknya yang harus dicicil, hingga modal untuk kulakan termakan cicilan. Akibatnya, penjualan menurun, rugi operasional maka akibatnya Anda akan bangkrut. Mencicil terjadi baik karena perilaku konsumtif atau beli properti terlalu cepat.

Antisipasi keseluruhan adalah dengan mengenali masalah keuangan bisnis Anda. Buatlah laporan keuangan untuk mendeteksi ketidakberesan lebih dini. Salah itu wajar, tapi segeralah membuat keputusan, jangan biarkan masalah keuangan Anda berlarut-larut hingga menyebabkan kerugian.

7 Disiplin Finansial

1. Pisahkan rekening pribadi dengan perusahaan
Agar terhindar dari penggunaan yang tidak disengaja atau dianggap uang Anda juga. Meskipun perusahaan 100 persen milik Anda, pemisahan rekening ini akan lebih memudahkan untuk akurasi perhitungan.

2. Budgetkan pengeluaran bulanan
Anda harus membuat budget pengeluaran bulanan termasuk gaji Anda. Karena Anda bekerja di perusahaan maka gajilah diri Anda sendiri juga sesuai dengan jabatan dan ‘angka’ kebutuhan Anda atau standar gaji dari perusahaan Anda. Jika terpaksa pinjam maka hitung sebagai kasbon atau hutang yang harus dibayar perusahaan di gajian berikutnya.

3. Buat proyeksi arus kas
Dengan proyeksi arus kas, Anda tahu kapan akan menerima uang, keluar uang, dan akan minus atau plus uang. Dengan itu bisa diambil langkah untuk antisipasi sebelum terjadi minus.

4. Buat laporan arus kas
Idealnya adalah laporan keuangan (Laba/Rugi dan Neraca). Tetapi jika belum memungkinkan karena masih usaha baru, buatlah setidaknya laporan keluar masuk uang atau laporan arus dana.

5. Pisahkan akunting dengan kasir
Jika bagian yang pegang uang (kasir) juga membuat laporan keuangan, maka ada potensi manipulasi laporan. Misalnya, kas di laporan ada, ternyata saat diaudit tidak ada (terpakai untuk kepentingan pribadi).

6. Hindari uang menginap di karyawan
Banyak kejadian uang yang dibawa pulang ke rumah cenderung akan dipakai, mulai dari alasan foya-foya, saudara sakit, pulang kampung sampai kucingnya mengalami kecelakaan.

7. Lakukan cek stok secara berkala
Celah manipulasinya adalah stok yang sudah terjual, dilaporkan belum terjual. Hasilnya, uangnya pun sudah raib.

Demikian info bisnis tentang mengatasi rugi berkepanjangan pada bisnis semoga bermanfaat.

Sumber: Kitab AntiBangkrut, Jaya Setiabudi

BANNER FREE MEMBER
loading...

About admin

Check Also

Mendirikan Badan Usaha Lain dan Wajib Daftar Perusahaan

Mendirikan Badan Usaha Lain dan Wajib Daftar Perusahaan

Mendirikan Badan Usaha Lain dan Wajib Daftar Perusahaan – Setelah di postingan sebelumnya telah dibahas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *