Home / Bisnis / Optimalkan 3 Elemen Bisnis dalam Diri Agar Usaha Lancar
Optimalkan 3 Elemen Bisnis dalam Diri Agar Usaha Lancar

Optimalkan 3 Elemen Bisnis dalam Diri Agar Usaha Lancar

Optimalkan 3 elemen bisnis dalam diri agar usaha lancar – Ketekunan adalah kunci kesuksesan berbisnis. Penyakit Teknisi Karatan banyak terjadi karena Anda tidak belajar mempercayai orang lain. Akibatnya, bisnis sebatas usia dan kesehatan Anda. Ada banyak faktor yang membuat seseorang lebih memilih menepuk dadanya sendiri ketimbang menepuk bahu orang lain. Mungkin saja Anda punya suatu pengalaman buruk yang membuat Anda trauma untuk mempercayai orang lain.

Optimalkan 3 Elemen Bisnis dalam Diri Agar Usaha Lancar

Tetapi, sekarang Anda tidak perlu takut, karena saat ini sudah banyak management tools dan teknologi untuk mengontrol kebocoran. Management tools ini bukanya berarti bisa menghilangkan 100 persen tetapi mengontrol yang berdampak mengurangi. Jika Anda tidak belajar percaya dan membangun sistem, maka Anda tidak akan bisa lepas dengan bisnis Anda. Mungkin saat Anda delegasikan, penghasilan tidak seoptimal saat Anda pegang sendiri. Itu bisa dibilang wajar, itulah kurva belajar.

Ada 3 elemen bisnis dalam diri Anda, yaitu

  1. Teknisi (T), hidup di masa sekarang seperti koki di RM, montir di bengkel dll. Tanpa T, bisnis tidak jalan.
  2. Manajer (M), hidup di masa lalu, menganalisis data-data atau laporan guna melakukan efisiensi dan menyelesaikan masalah.
  3. Entrepreneur (E), hidup di masa depan, melihat dan mencari peluang, merencanakan, berkreasi, inovasi, pemimpi.

Ketiga elemen di atas ada dalam diri Anda sebagai seorang pebisnis, hanya saja presentasinya berbeda-beda. Awal berbisnis, mungkin komposisinya T = 70%, M = 20%, E = 10%. Jika Anda mau terhindar dari tragedi teknisi karatan, Anda harus mentransformasi diri dari T ke M dan kemudian ke E. Memang tidak ada patokan akurat berapa lama harus bertahan di posisi T sebelum pindah ke posisi M maupun E. Hal tersebut bergantung dari titik awal masing-masing pebisnis.

Untuk pebisnis pemula, usahakan sebelum 2 tahun sudah mulai mengurangi porsi di posisi T dan mulai beralih ke posisi M. Faktor penghambat seseorang pindah dari posisi T ke posisi M atau posisi E adalah ego, karena merasa tidak ada yang sepandai atau sehebat dirinya. Jika dulu Anda berucap, “Kalau nggak ada AKU, nggak jalan”. Saatnya berucap, “Kalau nggak ada KAMU, nggak jalan (sambil menepuk bahu teknisi Anda)”, itulah tahap Manajer. Sedangkan untuk tahap Entreprener, Anda harus bilang, “Aku nggak mau tahu, pokoknya harus jalan”.

Katakanlah di tahun kedua Anda bisa transformasi menjadi 20% T, 50% M, 30% E. Caranya dengan mulai ikuti training manajemen, delegasikan pekerjaan teknis kepada bawahan Anda yang berprofesi sebagai teknis. Di tahun ketiga 0% T, 20% M, 80% E, kerja Anda bermain golf, ikut pameran, asosiasi, pelatihan-pelatihan, membaca tren melalui majalah, networking. Risiko jika Anda terlalu lambat melakukan transformasi adalah mengalami kejenuhan (kehilangan momentum) dan tidak dapat melihat peluang. Jika ingin langsung pindah ke E maka beli saja franchise yang benar-benar memiliki sistem yang sudah stabil atau rekrut orang-orang yang kompeten di bidangnya. Tentu hal tersebut memerlukan dana yang cukup besar.

Akibat lain dari Teknisi Karatan yaitu Anda tidak punya waktu untuk membaca tren, karena sibuk di proses, bukan strategi. Dulu bisnis Anda adalah ‘sapi perah’ yang menghasilkan, tetapi sekarang berubah menjadi ‘anjing piaraan’ atau parasit yang menghabiskan. Anda perlu ingat, saat ada bisnis yang laris, maka kanan kiri akan buka bisnis yang serupa. Cara mengantisipasinya yaitu sebagai berikut :

  • Setidaknya setelah tahun pertama lewat, mulailah mendelegasikan pekerjaan rutin Anda ke karyawan
  • Jangan tunggu kondisi ‘cukup’ untuk menggaji karyawan. Justru karyawan yang tepat akan menambah penghasilan bisnis Anda.
  • Buatlah sistem sedikit demi sedikit.
  • Belajarlah ilmu komunikasi dan kepemimpinan.
  • Mulailah pendelegasian, ‘menepuk bahu’ orang lain
  • Jangan takut merekrut dan mengakui orang lain lebih pintar dari Anda
  • Datang ke pameran, ikuti training berkala.

Lakukan langkah-langkah inovasi, baik di konten (isi) ataupun konteks (kemasan, atmosfer) bisnis Anda. Jangan menunggu tren, tapi ciptakan tren. Sekarang bukan lagi jaman think out of the box, tetapi think without the box. Out of the box artinya Anda masih punya pembanding produk lain atau yang pernah ada. Para penemu benar-benar nggak pakai box. Kesalahan tidak sengaja kadang bisa jadi tren yang baru. Brownis adalah kue ‘gagal’ yang lupa memasukkan baking soda. Post It adalah produk gagal perekat (lem) yang tidak menempel dengan kuat.

Demikian info bisnis tentang optimalkan 3 elemen bisnis dalam diri agar usaha lancar semoga bermanfaat.

Sumber: Kitab AntiBangkrut, Jaya Setiabudi

BANNER FREE MEMBER
loading...

About admin

Check Also

Mendirikan Badan Usaha Lain dan Wajib Daftar Perusahaan

Mendirikan Badan Usaha Lain dan Wajib Daftar Perusahaan

Mendirikan Badan Usaha Lain dan Wajib Daftar Perusahaan – Setelah di postingan sebelumnya telah dibahas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *