Home / Bisnis / Proyeksi Keuangan dalam Bisnis yang Akan Dijalankan
proyeksi keuangan dalam bisnis yang akan dijalankan

Proyeksi Keuangan dalam Bisnis yang Akan Dijalankan

Proyeksi keuangan dalam bisnis yang akan dijalankan – Proyeksi keuangan merupakan anggaran yang dirancang untuk penyelenggaraan sebuah usaha yang akan dijalankan. Proyeksi keuangan secara umum memberi gambaran mengenai sirkulasi keuangan sebuah perusahaan, prediksi pengeluaran, anggaran modal dan sebagainya. Segala sesuatu yang menyangkut pembiayaan penyelenggaraan sebuah usaha akan tertuang di dalam sebuah proyeksi keuangan.

proyeksi keuangan dalam bisnis yang akan dijalankan

Mengapa harus merancang proyeksi keuangan sebelum memulai usaha ?
Perancangan sesuatu dalam segala hal sangat penting untuk menjamin kesuksesan sesuatu yang dilakukan. Di dalam sebuah usaha bisnis, yang menjadi permasalahan utama adalah keuangan dari perusahaan tersebut. Apabila tidak ada perancangan dan sistem manajemen keuangan yang jelas, maka usaha bisnis tersebut akan mengambang dan sangat rawan mengalami kebangkrutan karena tidak memiliki data konkret mengenai keuangan perusahaan.

a. Rasio-rasio Keuangan dalam Bisnis
Rasio-rasio keuangan yang umum dipergunakan dalam bisnis, untuk mengetahui seberapa kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangannya. Kreditur serta pihak yang bekerjasama dengan perusahaan dapat melihat tingkat kesehatan perusahaan melalui rasio-rasio keuangan perusahaan dalam neraca keuangan perusahaan. Alat pengukur yang dipergunakan adalah:

1. Likuiditas
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya setiap saat. Likuiditas pada prinsipnya, kewajiban yang harus dapat dipenuhi oleh perusahaan dalam kegiatan bisnis ada dua macam, yaitu :

  • Kemampuan membayar hutang-hutang pada setiap saat ditagih.
  • Kemampuan membiayai operasi perusahaan sehari-hari.

Untuk menentukan likuiditas dapat dipergunakan dua rumus, yaitu : current ratio dan quick ratio.
Current Ratio = Aktiva Lancar : Hutang Lancar
Quick Ratio = (Aktiva Lancar – Persediaan) : Hutang Lancar
Aktiva lancar adalah aktiva atau kekayaan perusahaan yang dapat dengan segera dan mudah dicairkan dalam bentuk uang tunai, yang termasuk dalam kategori aktiva lancar, yaitu :
– Kas
– Surat-surat berharga
– Piutang
– Persediaan barang

Hutang lancar adalah semua hutang jangka pendek perusahaan, tujuan dari current ratio ini adalah untuk mengetahui jumlah kekayaan yang dapat dengan cepat dicairkan dalam bentuk uang tunai untuk memenuhi kewajiban. Perusahaan yang mampu memenuhi semua kewajiban-kewajibannya, terhadap hutang maupun kewajiban sehari-hari dikatakan perusahaan dalam keaadaan likuid. Sedangkan perusahaan yang tidak mampu dikatakan perusahaan yang ilikuid.

2. Solvabilitas
Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk membayar semua hutang-hutangnya pada saat perusahaan dilikuidasi atau dibubarkan. Untuk menentukan solvabilitas dapat dipergunakan rumus : Solvabilitas = Total Aktiva / Total Hutang
Total hutang perusahaan yang dipergunakan dalam rumus tersebut di atas, meliputi hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang, sedangkan total aktiva adalah semua kekayaan perusahaan, meliputi aktiva lancar dan aktiva tetap.
Apabila perusahaan mampu memenuhi semua kewajibannya pada saat dibubarkan, berarti perusahaan tersebut dalam keadaan sehat atau solvabel, sedangkan perusahaan yang tidak mampu memenuhi kewajibannya pada saat dibubarkan dikatakan tidak sehat atau insolvabel.
Untuk mempermudah hasil dari kedua ratio keuangan dilihat dari likuiditas dan solvabilitasnya, maka perusahaan mempunyai beberapa kemungkinan, yaitu :
a. Solvabel dan likuid
b. Insolvabel dan likuid
c. Solvabel dan ilikuid
d. Insolvabel dan ilikuid

3. Rentabilitas
Rentabilitas adalah kemampuan menghasilkan laba dari sejumlah dana yang dipergunakan untuk menghasilkan laba tersebut. Rentabilitas dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengukur financial leverage, yaitu pengambilan keputusan yang berkaitan dengan masalah apakah di dalam memenuhi kebutuhan dana perusahaan akan mempergunakan modal asing atau modal sendiri. Ada dua macam rentabilitas, yaitu rentabilitas ekonomis dan rentabilitas modal sendiri.

a. Rentabilitas ekonomis
Rentabilitas ekonomis adalah kemampuan untuk menghasilkan laba dari keseluruhan modal, baik modal asing maupun modal sendiri yang dipergunakan untuk menghasilkan laba tersebut. Untuk mengukur besarnya rentabilitas ekonomis dapat dipergunakan rumus, sebagai berikut:
Rentabilitas Ekonomis = Laba Kotor : (Modal Asing + Modal Sendiri)

b. Rentabilitas modal sendiri
Rentabilitas modal sendiri adalah kemampuan untuk menghasilkan laba dari sejumlah modal sendiri yang dipergunakan untuk menghasilkan laba tersebut. Untuk mengukur besarnya rentabilitas modal sendiri dapat dipergunakan rumus, sebagai berikut :
Rentabilitas Modal Sendiri = Laba Bersih : Modal Sendiri
Keterangan :

  • Laba bersih dihitung laba bersih sesudah bunga dan pajak
  • Modal sendiri adalah modal saham sendiri

Rentabilitas ekonomis dan rentabilitas modal sendiri mempunyai kaitan yang sangat erat dan saling mempengaruhi dalam setiap keputusan yang diambil oleh pimpinan perusahaan. Kriteria yang dapat dipergunakan untuk membantu pengambilan keputusan, adalah :

  1. Apabila rentabilitas ekonomis lebih kecil dari tingkat bunga modal asing, lebih baik menggunakan modal sendiri, sebab rentabilitas modal sendiri akan lebih besar dibandingkan apabila digunakan modal asing.
  2. Apabila rentabilitas ekonomis lebih besar dibandingkan dengan tingkat bunga modal asing, maka lebih baik digunakan modal asing sebab rentabilitas modal sendiri akan lebih besar dibandingkan apabila digunakan modal sendiri.
  3. Rentabilitas modal sendiri selalu diusahakan besar karena dengan makin besarnya rentabilitas modal sendiri, maka dividen akan semakin besar.

Demikian info bisnis tentang proyeksi keuangan dalam bisnis yang akan dijalankan semoga bermanfaat.

BANNER FREE MEMBER
loading...

About admin

Check Also

Mendirikan Badan Usaha Lain dan Wajib Daftar Perusahaan

Mendirikan Badan Usaha Lain dan Wajib Daftar Perusahaan

Mendirikan Badan Usaha Lain dan Wajib Daftar Perusahaan – Setelah di postingan sebelumnya telah dibahas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *