Home / Bisnis / Salah Satu Faktor Luar yang Membuat Bisnis Bangkrut
Salah Satu Faktor Luar yang Membuat Bisnis Bangkrut

Salah Satu Faktor Luar yang Membuat Bisnis Bangkrut

Salah satu faktor luar yang membuat bisnis bangkrut – Faktor dari luar Anda yang sering membuat bisnis bangkrut salah satunya faktor dari orang lain. Faktor Orang lain di sini bukan untuk menyalahkan seseorang, tetapi menganalisis dan mengantisipasi jika belum terjadi. Lepas dari itu, Andalah yang tetap harus bertanggung jawab terhadap bisnis Anda. Berikut ini faktor-faktor dari orang lain yang menyebabkan bisnis Anda bangkrut.

Salah Satu Faktor Luar yang Membuat Bisnis Bangkrut

Ketipu

Ketipu itu bisa diartikan sebagai pengalaman ketika orang lain, secara sengaja atau tidak, mengambil uang / hak Anda. Contoh-contoh ketipu yaitu seperti sudah bayar, barang tidak dikirim atau barang dikirim tetapi tidak sesuai pesanan. Atau sebaliknya, sudah dikirimi barang tapi tidak dibayar. Kalau hal itu terjadi atau agar tidak terjadi pada Anda maka harus segera di atasi dengan cara :

  • Untuk pelanggan baru, kasih batasan hutang (credit limit). Jika dia mau order lebih, harus bayar invoice
  • Untuk perusahaan guram atau orang pribadi yang tidak jelas track record-nya, minta cash / transfer di depan. Jangan terpengaruh oleh title seperti pangkat, gelar dan lain sebagainya.
  • Sebaliknya jika Anda adalah pembeli, berhati-hatilah saat harus melakukan pembayaran di muka. Meski ada kuitansi atau surat perjanjian? masuk ke pasal perdata yang semakin panjang prosesnya. Lebih baik mintalah cek mundur, tetapi dengan batasan tertentu. Jika jumlahnya besar, gunakan L/C, bank garansi.

Tips Menghadapi Pembayar Cek Kosong

  • Jika diberi cek yang kosong saat dicairkan, bisa minta penolakan di hari itu juga.
  • Esoknya, lakukan usaha pencairan kedua. Jika masih kosong, minta penolakan kedua.
  • Esoknya (hari ketiga) lakukan hal serupa. Jika tetap masih kosong, minta penolakan ketiga, maka rekening si pembayar akan dimasukkan dalam daftar hitam.
  • Selanjutnya, lakukan pelaporan ke polisi atas dasar pasal penipuan.
  • Biarkan polisi melakukan penyidikan. Biasanya si pembayar akan meminta damai (jika belum kabur).
  • Saat nego damai, jangan mau uangnya dibayar secara cicilan. Karena akan tergeser ke perdata lagi, jika tidak dilunasi. Waspadalah.
  • Jika benar tidak punya uang, tapi niat berdamai, minta saja asset yang ia miliki
  • Pastikan uang di tangan Anda, barulah Anda tanda tangan surat damai dan pencabutan pengaduan.

Kecolongan

Kecolongan di sini lebih tertuju ke orang dalam, baik karyawan ataupun partner. Alasan dari tindakan pencurian (kecolongan) beragam mulai dari pulang kampung, keluarga sakit, sampai foya-foya. Jika Ada karyawan atau partner yang melakukan tindakan pencurian ini maka Anda harus berani memecat atau putusin hubungan kerja karyawan atau partner Anda. Tetapi Anda harus ingat, pemaafan dan pemutusan hubungan ini tidak ada kaitannya dengan uang yang telah dicuri. Anda harus tetap menagihnya kepada karyawan atau partner yang melakukan. Beri jangka waktu kepada karyawan atau partner tersebut jika tidak mau membayar maka Anda harus melaporkan ke polisi.

Itu kalau sudah kejadian, tetapi jika belum kejadian Anda harus mengantisipasinya dengan cara

  • Pisahkan orang kasir dengan akunting, jika digabung maka mereka bisa memanipulasi laporan keuangan.
  • Tidak boleh ada uang menginap, apalagi di salesman yang biasanya ceroboh dan empati.
  • Hindari pembayaran cash (oleh karyawan Anda), jika pun harus dilakukan maka batasi atau lebih aman lakukan transfer.

Ribut dengan Mitra Pemegang Saham

Uang sering menjadi pemicu keributan, apa pun alasan di mulut. Saat membuka bisnis, bisa jadi Anda berdua sahabat karib. Anda merasa sudah akrab satu sama lain dan mencoba peruntungan berbisnis bersama dengan harapan bisa sukses bersama pula. Namun, justru kesetaraan itu yang sering kali berbuntut keributan, karena tidak ada hierarki respect.

Secara tidak langsung kesetaraan tersebut akan menyebabkan mismanage dalam tim. Kecuali Anda berdua memiliki kedewasaan berpikir dan saling memahami kekurangan masing-masing. Saat tidak bicara bisnis, mungkin Anda berdua sahabat baik. Tapi begitu bisnis bersama malah ribut melulu.

Kalau tidak ada kejelasan siapa pemimpinnya yang harus memutuskan suatu kebijakan, selain ribut, karyawan juga bingung. Biasanya, saat perusaahaan dalam kondisi untung atau awal, semua mau memimpin. Begitu rugi, biasanya saling lepas tangan, bahkan ambil asset cari selamat. Meski hal ini tidak secara langsung menyebabkan kebangkrutan, tapi inilah awal hilangnya loyalitas karyawan.

Tentukan siapa pemimpinnya, fokuslah pada tujuan, bukan peran atau ego pengakuan. Bisnis berpartner ibarat beristri, harus mau berkompromi, bukan memaksakan pendapat sepihak. Seorang pemimpin yang baik, pastilah seorang anggota tim yang baik pula. Good leader is a good team player.

Demikian info bisnis tentang salah satu faktor luar yang membuat bisnis bangkrut semoga bermanfaat

Sumber: Kitab AntiBangkrut, Jaya Setiabudi

BANNER FREE MEMBER
loading...

About admin

Check Also

Mendirikan Badan Usaha Lain dan Wajib Daftar Perusahaan

Mendirikan Badan Usaha Lain dan Wajib Daftar Perusahaan

Mendirikan Badan Usaha Lain dan Wajib Daftar Perusahaan – Setelah di postingan sebelumnya telah dibahas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *