Home / Bisnis / Tips Menangani Hutang Bisnis

Tips Menangani Hutang Bisnis

Tips menangani hutang bisnis – Komitmen sebelum mempelajari ilmu di bawah ini!!

  1. Berjanji bahwa ilmu ini hanya akan digunakan jika dalam kondisi terdesak.
  2. Memegang teguh komitmen bahwa hutang tetap harus dibayar dan dilunasi.
  3. Berjanji tidak akan menggunakan ilmu ini untuk memanipulasi kelemahan sistem yang ada demi mencari keuntungan pribadi!
  4. Mengetahui segala risiko terhadap pribadi atau orang sekitar Anda, seperti teror oleh pihak-pihak yang terkait atau yang merasa dirugikan.

Tips Menangani Hutang Bisnis

Tips negosiasi hutang dagang

  • Tetaplah mudah dihubungi oleh supplier Anda. Jangan sampai mereka panik karena handphone Anda non aktif atau tidak diangkat-angkat. Telepon balik jika tidak terangkat.
  • Jika satu kota, lakukan negosiasi tatap muka, agar sempurna komunikasinya.
  • Pisahkan antara supplier yang kooperatif, santun, dan masih mau membantu memasok barang, dengan yang mengintimidasi dan tidak kooperatif.
  • Supplier yang tidak kooperatif, tetap bayarlah, tapi sedikit demi sedikit
  • Supplier yang kooperatif, bayarlah dengan porsi lebih banyak. Mereka berjasa kepada Anda.
  • Jangan janjikan jika Anda tidak dapat memenuhi. Lebih baik Anda membayar cicil, meski sedikit, yang penting rutin.
  • Jangan membayar karena terintimidasi. Ingat selalu : hutang piutang adalah perdata, selama Anda punya itikad melunasi dengan menyicilnya.
  • Justru jika mereka melakukan penganiayaan terhadap Anda, bisa Anda laporkan sebagai tindakan pidana. Jika mereka mengajak damai, saat itu Anda berkuasa terhadap mereka.
  • Adakalanya supplier mengintimidasi melalui panggilan ‘aparat’. Jangan panik dan jangan langsung datang tanpa pendampingan pengacara. Lebih baik Anda keluar uang untuk pengacara daripada jadi bulan-bulanan aparat.

Tips negosiasi KPR atau pinjaman bisnis dengan agunan

  • Pada dasarnya bank tidak menyukai rapornya merah dengan adanya kredit macet.
  • Pinjaman dengan agunan properti tidak mudah dan panjang proses penyitaannya. Jadi bank relatif mau negosiasi dibandingkan menyitanya.
  • Lakukan negosiasi sebelum terjadi kemacetan!
  • Jika memang bisnis masih berprospek, Anda bahkan bisa negosiasi untuk penambahan modal usaha, meskipun bisnis dalam kondisi rugi. Apalagi jika penyebabnya karena kekurangan modal.
  • Siapkan proposal yang masuk akal : “Mengapa bank layak memberikan tambahan kucuran dana kepada Anda?”
  • Jika bank yang bersangkutan tidak mau memberi tambahan modal, cari bank lain yang mau take over hutang dan properti Anda.
  • Jika Anda tidak ingin mengajukan penambahan hutang (modal), Anda bisa mengajukan pemanjangan dan pengecilan cicilan.
  • Jika tetap terpaksa macet, negosiasikan untuk dapat dicicil pokok hutangnya saja sesuai kemampuan tiap bulannya. Kasus ini berlaku di beberapa bank syariah. Tentu opsi ini membuat Anda masuk daftar hitam BI.
  • Jika memang sudah macet, hadapi debt collector dengan tenang. Karena itulah risiko yang harus Anda pertimbangkan sa at Anda menerima pinjaman bank.

Tips menangani hutang macet Kartu Kredit (KK) dan Kredit Tanpa Agunan (KTA)

  • Untuk KK : Lunasi yang kecil-kecil, macetkan yang besar-besar, Karena besar atau kecil hutangnya, debt collector tetap besar badannya.
  • Kumpulkan uang Anda untuk pelunasan.
  • Setelah 3 bulan macet, barulah Anda bisa nego bayar (lunas) pokok saja, tanpa bunga dan tanpa denda.
  • Lunasi ke pihak bank, bukan ke pihak debt collector.
  • Mintalah surat lunas dari bank setelah melakukan pembayaran. Sebagian bank masih mau dibayar cicil pokoknya saja, tanpa bunga dan denda.
  • Jangan bayar minimum payment, kecuali akan dilunasi di tagihan berikutnya. Karena bunga dan dendanya akan semakin mencekik.
  • Jika debt collector mendatangi Anda, jangan terpancing emosi. Jika ada, pasanglah CCTV, untuk merekam jika terjadi tindakan penganiayaan.
  • Jangan mau tanda tangan surat kesepakatan apapun, apalagi menandatangani kuitansi kosong. Risiko Anda tergeser ke pasal pidana!
  • KTA (Kredit Tanpa Agunan) perlakukan serupa dengan KK

Sering kali perseorangan yang Anda hutangi akan menilai Anda dari gaya hidup Anda. Saat jatuh bangkrut dan hutang menumpuk, bersahajalah dalam gaya hidup. Hindari pembelian gadget baru, jalan-jalan ke luar negeri, atau budaya konsumtif lainnya. Tapi juga jangan membunuh hak anak dan istri. Tetaplah penuhi kebutuhan mereka dan hiburan, tapi bukan bermewah-mewah. Karena jika mereka gerah, Anda pun jadi susah.

5 Jangan yang harus Anda hindari

  1. Jangan berhutang karena panik
  2. Jangan menambah hutang jangka pendek untuk membayar hutang jangka panjang
  3. Jangan membayar hutang karena intimidasi, kecuali hukum sudah tidak berlaku
  4. Jangan menggunakan dana kulakan untuk membayar hutang
  5. Jangan matikan handphone atau sembunyi saat ditagih hutang.

Demikian info bisnis tentang tips menangani hutang bisnis semoga bermanfaat.

Sumber: Kitab AntiBangkrut, Jaya Setiabudi

BANNER FREE MEMBER
loading...

About admin

Check Also

Mendirikan Badan Usaha Lain dan Wajib Daftar Perusahaan

Mendirikan Badan Usaha Lain dan Wajib Daftar Perusahaan

Mendirikan Badan Usaha Lain dan Wajib Daftar Perusahaan – Setelah di postingan sebelumnya telah dibahas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *